Penjelasan Lengkap Tentang Start Up

Kkesar – Ekonomi digital Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang pesat. Pada 2019, lima perusahaan Indonesia bernama Unicorn diterbitkan dalam laporan Start Up, dan satu lagi bernama Decacorn. Unicorn mengacu pada startup senilai $ 1 miliar, dan Decacorn mengacu pada startup hingga $ 10 miliar. Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia juga disebut-sebut sebagai negara dengan pertumbuhan jumlah start-up terbesar di Asia Tenggara.

Apa itu startup? Dan mengapa start-up secara fundamental berbeda dari usaha kecil dan menengah (UKM)? Kalaupun sebaliknya, kita para pelaku UKM harus belajar untuk menjadi sukses, seperti halnya startup yang dengan cepat berkembang menjadi unicorn dan bertanduk sepuluh. Menarik? Yuk simak pembahasan di artikel ini.

Definisi Startup

Start Up adalah perusahaan start-up yang sedang dalam tahap pengembangan dan penelitian untuk terus mencari pasar dan mengembangkan produk. Saat ini, istilah Start Up ditujukan untuk perusahaan teknologi yang menyediakan produk dan layanan tertentu.

Karena menawarkan produk yang unik dan model bisnis yang belum terbukti, sebuah startup tidak serta merta diuntungkan sejak awal keberadaannya dan bahkan harus mengeluarkan banyak uang untuk menguji model bisnis tersebut.

Karakteristik Startup

Kita sering mengira bahwa usaha kecil dan menengah (UKM) yang baru memulai disebut juga startup. Meskipun tidak semua UKM dapat diklasifikasikan sebagai start-up karena start-up memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan UKM. Ini adalah fitur-fitur start-up yang membedakannya dari bisnis kecil dan menengah.

1. Uji model bisnis baru

UKM terlibat dalam perusahaan yang teruji di pasar, misalnya dengan menjual makanan, sepatu, pakaian, tas, dll. Para pelaku UKM biasanya sudah mengamati tren pasar untuk melihat peluang bisnis dan mengetahui produk mana yang laris manis di pasaran. Sementara itu, startup memiliki model bisnis yang lebih kompleks dan umumnya belum teruji. Seperti halnya Gojek, pionir ojek internet, model bisnis Gojek tidak populer karena belum ada yang menerapkannya. Gojek bahkan tidak mendapat untung di tahun-tahun pertama pembuatannya, dan bahkan harus mengeluarkan banyak uang untuk perawatan dan promosi produk.

2. Tujuan bisnis

Start-up tergolong perusahaan berisiko karena masih mencari pasar. Pada tahap awal, tujuan utama sebuah startup adalah untuk mengembangkan bisnisnya, jadi bukan berarti akan langsung mendapatkan keuntungan darinya. Tidak seperti usaha kecil dan menengah, tujuan utama bisnis adalah mendapatkan keuntungan sejak awal.

3. Pembiayaan investor

Tentu perlu waktu untuk menguji model bisnis baru, jadi start-up membutuhkan banyak modal pada awalnya. Untuk mendanai bisnis, banyak startup perlu mencari pendanaan melalui uang pribadi atau pinjaman dari anggota keluarga dan teman. Beberapa startup bahkan mencari pendanaan dari investor dalam bentuk modal awal atau modal awal. Ada istilah Angel Investor yang diperuntukkan bagi investor yang siap memberikan suntikan modal awal kepada perusahaan baru untuk melewati tahap awal yang sulit. Investor angel biasanya tertarik dengan model bisnis yang dikembangkan oleh Start Up dan bersedia mengambil resiko ketika investor lain tidak berani.

Peran Startup

Pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia dan ketersediaan infrastruktur teknologi digital merupakan ekosistem yang mendukung perkembangan startup. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat, Indonesia menempati urutan kelima di antara negara-negara dengan start-up terbanyak, dengan 2.193 perusahaan setelah Amerika Serikat, India, Inggris, dan Kanada.

Pada tahun 2020, ada lima start-up yang berstatus Unicorn atau memiliki valuasi setidaknya satu juta dolar. Perusahaan tersebut adalah Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, OVO, dan JD.ID. Sementara itu, Gojek tercatat sebagai satu-satunya Decacorn di Indonesia dengan valuasi $ 10 juta atau lebih.

Start Up memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perekonomian. Pada tahun 2018, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia melakukan kajian tentang dampak ekonomi dari Gojek. Seperti dikutip Jaringan Prima, hasil studi tersebut menjelaskan bahwa Gojek memberikan kontribusi € 44,2 triliun bagi perekonomian Indonesia pada akhir 2018. peningkatan pendapatan.

Untuk mengembangkan website startup agar dikenal oleh banyak orang bisa menggunakan Jasa Backlink.