Tahapan Penting Yang Perlu Diperhatikan Saat Ingin Membeli Container

Tahapan Penting Yang Perlu Diperhatikan Saat Ingin Membeli Container

Kkesar – Saat ini banyak orang yang ingin sekali memiliki container atau office container yang bisa dijadikan sebagai tempat menyimpan barang atau bahkan sebagai bangunan – bangunan tertentu. Banyak juga dari mereka yang lebih memilih untuk membeli container dibanding harus membuat bangunan dengan bahan – bahan lainnya. Dalam membeli container maka teman – teman harus memperhatikan tahapan – tahapan penting sehingga teman – teman tak salah dalam memilih container yang pas dan sesuai. Nah kesempatan kali ini mimin akan memberitahukan teman – teman tahapan penting apa saja yang dimaksudkan. Berikut adalah tahapan – tahapannya

1. Tentukan Lokasi Terlebih Dahulu

Langkah atau tahapan paling awal yang harus teman – teman ingat dan lakukan sebelum membeli container yaitu dengan mempersiapkan atau menentukan terlebih dahulu lokasi yang teman – teman inginkan sebagai penempatan container nanti. Tahapan ini memang sedikit membosankan, tetapi tahapan ini sangatlah penting. Teman – teman diharuskan untuk memilih lokasi yang strategis namun tidak menghalangi jalanan umum yang ada. Selain itu pastikan juga lokasi teman – teman dalam keadaan bersih, nyaman dan aman. Bila lokasi sudah sesuai dan pas, maka pembangunan container yang teman – teman inginkan pun dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan.

2. Perlunya Izin yang Tepat

Dalam membangun atau membeli container, teman – teman memerlukan izin yang tepat. Bila teman – teman tak membuat perizinan yang tepat pada lokasi yang ingin teman – teman lakukan pembangunan, maka semua rencana pembelian container akan terhenti bahkan sebelum pembangunan dimulai. Nah bila seperti itu maka teman – teman juga menjadi gagal dalam memiliki sebuah container yang teman – teman dambakan. Bukan hanya dalam hal membangun container, dalam pembangunan yang lain pun sama. Semuanya butuh perizinan yang tepat agar pembangunan bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan.

3. Melakukan Treatment pada Container agar Tak Berkarat

Tahapan selanjutnya yang masih sering dilupakan oleh para pemilik container yaitu melakukan treatment pada container agar tak berkarat. Padahal semua bangunan itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing termasuk container. Container ada yang terbuat dari logam serta baja. Untuk container yang terbuat dari logam, umumnya memiliki keklemahan yaitu memiliki potensi terjadinya pengkaratan di bagian luar container. Sedangkan container yang terbuat dari baja Corten, maka container tersebut akan di lapisi cat khusus anti korosif yang memang dibuat dalam pembuatan awalnya. Tapi mau bagaimanapun, mau menggunakan bahan apapun, bila pemakaiannya sudah belasan tahun maka container pastinya akan mengalami pengkaratan. Nah bagi teman – teman yang memang menginginkan agar container teatp awet dan tak mengalami pengkaratan, maka teman – teman harus rutin melakukan cat ulang setidaknya 1 tahun sekali.

4. Penetapan pada Anggaran (BOQ)

Dalam sebuah perencanaan, anggaran adalah salah satu hal yang sangat penting. Teman – teman harus bisa mengatur atau menetapkan anggaran dalam elakukan pembelian dan pembangunan container nantinya. Teman – teman juga disarankan untuk membuat anggaran yang realistis agar teman – teman tidak kebingungan dan tidak mengalami kekacauan saat proses jual beli berlangsung. Jika semua anggaran sudah beres dan sesuai, teman – teman juga perlu menyisihkan anggaran lain yang bisa digunakan pada saat keadaan darurat.

Nah itu dia beberapa tahapan yang penting untuk teman – teman lakukan pada saat ingin membeli container. Semoga bermanfaat bagi teman – teman semua. Terimakasih telah membaca!

Panduan Ukuran Lemari Pakaian Dalam Kamar

Panduan Ukuran Lemari Pakaian Dalam Kamar

Kkesar – Lemari tidak hanya menjadi tempat penyimpanan pakaian, tetapi juga merupakan salah satu perabot penting untuk memberikan estetika pada kamar tidur. Selain pemilihan model, warna dan bahan yang digunakan, ukuran lemari pakaian menjadi faktor penentu keserasian tema atau desain kamar tidur secara keseluruhan.

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli atau memesan lemari pakaian di mebel jepara, baik yang sudah jadi maupun yang disesuaikan, Anda harus mengetahui terlebih dahulu luas ruangan yang ditempati. Ukuran yang salah bisa sangat berisiko, terutama selama penempatan dan pemasangan. Jadi jangan hanya menebak-nebak ukuran lemari pakaian, apalagi posisi lemari pakaian tersebut. Berikut ini adalah cara standar untuk menentukan ukuran lemari pakaian.

1. Ukuran lemari pakaian standar berdasarkan panjangnya

Panjang lemari pakaian dihitung berdasarkan jumlah pintu, dari satu pintu menjadi lebih dari 4 pintu, tergantung seberapa besar ruang kamar tidur Anda. Untuk lemari dengan sistem terbuka atau engsel biasa, lebar standar satu pintu bervariasi dari 50 hingga 60 cm. Jadi, untuk lemari pakaian dua pintu, Anda perlu mengalokasikan tanah untuk meletakkan lemari pakaian setidaknya sepanjang 100 hingga 120 cm. Untuk almari dengan sistem geser atau geser, ukuran satu pintu bisa lebih lebar dari ukuran pintu lemari dengan sistem terbuka standar, yaitu minimal 55 hingga 120 cm.

2. Ukuran lemari pakaian standar berdasarkan tinggi

Umumnya lemari memiliki ukuran standar mulai dari 180 hingga 200 cm. Pengukuran tinggi badan ini menyesuaikan dengan tinggi badan pengguna sehingga benda-benda yang tersimpan di lemari bisa lebih mudah diakses. Anda bisa mengatur ketinggian lemari pakaian sesuai dengan keinginan Anda, menjadikannya standar atau mungkin memilih desain dari lantai ke langit-langit, atau lemari pakaian tinggi yang menutup ke langit-langit. Keuntungan memilih desain ini adalah kapasitas penyimpanan akan meningkat pesat.

Menurut Forbes, desain lemari pakaian dari lantai hingga langit-langit bisa menjadi investasi, karena Anda mungkin tidak memerlukan lemari tambahan untuk menyimpan barang di kamar tidur. Ukuran lemari pakaian full hingga plafon biasanya memiliki tinggi hingga 300 cm, namun ada juga rumah dengan plafon hingga 330 hingga 350 cm.

3. Ukuran lemari standar berdasarkan lebarnya

Yang dimaksud lebar lemari pakaian adalah kedalaman ukuran lemari pakaian. Ukuran lemari pakaian standar berdasarkan perhitungan ini adalah 60 cm. Jika Anda memiliki kamar tidur kecil dan merasa lebar ini memakan terlalu banyak ruang, Anda bisa sedikit mengurangi lebarnya dengan menggunakan ukuran minimal 45 cm di bawah standar. Namun, pertimbangkan juga efek sampingnya pada pakaian yang Anda gantung di lemari terkunci. Jika lemari pakaian Anda memiliki pintu berengsel, luasnya akan bertambah 50 cm lagi saat pintunya terbuka penuh.

4. Ukuran lemari standar berdasarkan jarak antar layar

Umumnya lemari pakaian jati memiliki sekat kecil di bagian dalam dengan ukuran berbeda. Bagian ini berisi laci, rak, dan gantungan. Jika sudah sesuai aturan standar maka jarak antar rak atau rak memiliki ketinggian 40 sampai 80 cm.

5. Ukuran lemari standar berdasarkan gantungan baju

Catat daftar pakaian yang Anda miliki, atau pakaian Anda yang membutuhkan ruang penyimpanan ekstra, misalnya terusan atau gaun panjang. Jika Anda ingin menggantung beberapa potong pakaian di lemari, sediakan gantungan untuk menggantung pakaian tersebut. Biasanya posisi gantungan akan mengikuti panjang pakaian.

Jika memungkinkan, maksimalkan ruang lemari Anda dengan sistem dua tingkat dengan dua palang; yang satu dipasang lebih tinggi dari yang lain. Satu bilah untuk menggantung pakaian panjang, yang lainnya untuk pakaian pendek seperti kemeja, blus atau jaket.